Search Dataset

Jumlah Kematian bayi dan balita

Dinas Kesehatan

# Puskesmas Jumlah Kematian Bayi Total Jumlah Kematian Balita Total
L P L P
1 Samboja 4 0 4 0 1 1
2 Handil Baru 3 3 6 0 0 0
3 Sungai Merdeka 3 0 3 0 1 1
4 Muara jawa 2 4 6 0 0 0
5 Sanga sanga 1 0 1 0 1 1
6 Loa janan 2 4 6 0 0 0
7 Loa Duri 2 0 2 0 0 0
8 Batuah 1 2 3 0 0 0
9 Loa Kulu 7 2 9 1 0 1
10 Jonggon 1 0 1 1 0 1
11 Muara Muntai 0 1 1 1 2 3
12 Muara Wis 1 0 1 0 1 1
13 Kota Bangun 5 2 7 0 0 0
14 Rimba Ayu 3 1 4 0 0 0
15 Mangkurawang 10 2 12 1 0 1
16 Rapak Mahang 7 2 9 0 0 0
17 Loa Ipuh 4 5 9 0 0 0
18 Sebulu I 3 6 8 2 0 2
19 Sebulu II 2 3 5 1 0 1
20 Teluk Dalam 3 3 6 0 0 0
21 Separi 1 1 2 0 0 0
22 Sungai Mariam 5 5 10 0 0 0
23 Muara badak 6 3 9 0 1 1
24 Badak baru 0 1 1 0 0 0
25 Marangkayu 1 1 2 0 0 0
26 Perangat 1 2 3 0 0 0
27 Muara Kaman 1 4 5 1 0 1
28 Bunga Jadi 6 4 10 0 1 1
29 Kahala 2 1 3 0 0 0
30 Kembang Janggut 4 1 5 0 1 2
31 Tabang 1 0 1 0 0 0
32 Ritan 0 0 0 0 0 0
33 Jumlah 92 63 154 8 9 18

Hasil Analisis

analisis kematian bayi dan balita di Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2025:
Kematian bayi sebanyak 154 dan balita sebanyak 18 di Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2025 masih menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan derajat kesehatan masyarakat. Sebagian besar kematian bayi terjadi pada periode neonatal (0–28 hari) yang umumnya disebabkan oleh bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), asfiksia, serta infeksi. Sementara itu, pada kelompok balita (1–59 bulan), penyebab kematian yang sering ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, masalah gizi seperti stunting atau wasting, serta penyakit infeksi lainnya.
Selain faktor medis, kematian bayi dan balita juga dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko seperti kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, rendahnya pemberian ASI eksklusif, keterlambatan penanganan penyakit pada anak, serta kondisi lingkungan dan sanitasi yang kurang baik. Akses terhadap pelayanan kesehatan dan pengetahuan keluarga mengenai perawatan bayi juga turut mempengaruhi angka kematian.
Kesimpulan singkat:
Kematian bayi dan balita di Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2025 sebagian besar disebabkan oleh komplikasi pada masa neonatal, penyakit infeksi, dan masalah gizi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan cakupan imunisasi dan ASI eksklusif, serta perbaikan lingkungan dan gizi anak untuk menurunkan angka kematian bayi dan balita di daerah tersebut.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Kabupaten Kutai Kartanegara

Alamat :

Komplek Perkantoran Bupati Kutai Kartanegara, Gedung Kembar D 2nd Floor, JL. Wolter Monginsidi, Timbau, Kec. Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur 75513