Search Dataset
JUMLAH BUS SEKOLAH TAHUN 2026
Dinas Perhubungan
| # | Kecamatan | Jumlah Bus Sekolah |
|---|---|---|
| 1 | Anggana | 0 |
| 2 | Kembang Janggut | 1 |
| 3 | Kenohan | 0 |
| 4 | Kota Bangun | 1 |
| 5 | Kota Bangun Darat | 0 |
| 6 | Loa Janan | 0 |
| 7 | Loa Kulu | 1 |
| 8 | Marang Kayu | 0 |
| 9 | Muara Badak | 1 |
| 10 | Muara Jawa | 1 |
| 11 | Muara Kaman | 0 |
| 12 | Muara Muntai | 0 |
| 13 | Muara Wis | 0 |
| 14 | Samboja | 1 |
| 15 | Sanga-Sanga | 0 |
| 16 | Sebulu | 0 |
| 17 | Samboja Barat | 0 |
| 18 | Tabang | 1 |
| 19 | Tenggarong | 2 |
| 20 | Tenggarong Seberang | 0 |
Hasil Analisis
1. Sebaran Bus Sekolah
- Total Kecamatan : 20 Kecamatan
- Total Bus Sekolah : 9 Unit
- Kecamatan yang Memiliki Bus Sekolah : 8 Kecamatan
- Kecamatan yang Tidak Memiliki Bus Sekolah : 12 Kecamatan
2. Kecamatan Yang Memiliki Bus Sekolah
- Kembang Janggut : 1 Unit
- Kota Bangun : 1 Unit
- Loa Kulu : 1 Unit
- Muara Badak : 1 Unit
- Muara Jawa : 1 Unit
- Samboja : 1 Unit
- Tabang : 1 Unit
- Tenggarong : 2 Unit (Kecamatan Tenggarong merupakan satu-satunya wilayah yang memiliki lebih dari 1 unit bus sekolah)
3. Kecamatan Tanpa Bus Sekolah
Sebanyak 60% Kecamatan (12 dari 20) tidak memiliki bus sekolah, diantaranya:
Sebanyak 60% Kecamatan (12 dari 20) tidak memiliki bus sekolah, diantaranya:
- Anggana
- Kenohan
- Kota Bangun Darat
- Loa Janan
- Marang Kayu
- Muara Kaman
- Muara Muntai
- Muara Wis
- Sanga-Sanga
- Sebulu
- Samboja Barat
- Tenggarong Seberang
4. Distribusi dan Kesenjangan
- Distribusi bus sekolah belum merata, masih terpusat di beberapa wilayah.
- Sebagian besar kecamatan, terutama wilayah pedalaman dan pedesaan, tidak memiliki fasilitas bus sekolah.
- Hal ini dapat berdampak pada aksesibilitas pendidikan, terutama bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah.
5. Kesimpulan
- Total ketersediaan bus sekolah masih relatif sangat terbatas (8 unit untuk seluruh kabupaten).
- Pemerataan belum tercapai: lebih dari separuh kecamatan belum mendapat fasilitas bus sekolah.
- Perlu perencanaan penambahan unit khususnya di kecamatan dengan akses transportasi terbatas agar mendukung pemerataan layanan pendidikan.
6. Rekomendasi
- Pemetaan Kebutuhan : Identifikasi kecamatan dengan jumlah pelajar tinggi dan jarak tempuh jauh.
- Prioritas penambahan bus sekolah di kecamatan pedalaman dan belum terlayani (Misalnya Kecamatan Tabang, Kenohan, Muara Kaman, Muara Muntai).
- Evaluasi penggunaan bus yang sudah ada (apakah optimal atau kurang).
- Pertimbangkan alternatif transportasi sekolah (misalnya subsidi transportasi lokal) untuk wilayah yang sulit dijangkau bus besar.